ASSOCIATION BETWEEN INSOMNIA AND ANXIETY AMONG  ELDERLY INDIVIDUALS WITH HYPERTENSION IN INDONESIA: EVIDENCE FROM THE 2023 NATIONAL HEALTH SURVEY

HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DAN KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI INDONESIA: BUKTI DARI SURVEI KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2023

Authors

  • Ranisa Eka Herfianti Department of Nursing, Faculty of Health and Science, Institute of Technology Science and Health RS dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya,Malang,Indonesia
  • Yuni Asri Department of Nursing, Faculty of Health and Science, Institute of Technology, Science, and Health, Dr. Soepraoen Hospital, Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Alfunnafi Fahrul Rizzal Department of Nursing, Faculty of Health and Science, Institute of Technology, Science, and Health, Dr. Soepraoen Hospital, Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Indari Indari Department of Nursing, Faculty of Health and Science, Institute of Technology, Science, and Health, Dr. Soepraoen Hospital, Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47794/jkhws.v14i1.89

Abstract

Pendahuluan: Insomnia dan kecemasan sering terjadi secara bersamaan pada lansia, terutama pada individu dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara insomnia dan kecemasan pada lansia dengan hipertensi di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Metode: Analisis dilakukan pada 20.865 individu berusia ≥60 tahun dengan hipertensi. Insomnia diukur berdasarkan laporan responden mengenai kesulitan tidur, sedangkan kecemasan diukur berdasarkan adanya perasaan cemas yang menetap. Uji chi-square dilakukan dengan mempertimbangkan desain survei kompleks. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan kecemasan (p < 0,001). Sebanyak 64,3% individu dengan kecemasan juga mengalami insomnia, dibandingkan dengan 16,3% pada individu tanpa kecemasan. Nilai odds ratio hubungan antara insomnia dan kecemasan sebesar 4,73 (95% CI: 4,16–5,38), yang menunjukkan bahwa lansia dengan insomnia memiliki kemungkinan hampir 5 kali lebih besar mengalami kecemasan dibandingkan lansia tanpa insomnia. Faktor lain yang berhubungan dengan kecemasan meliputi jenis kelamin perempuan (p < 0,001), status perkawinan cerai (p = 0,024), pendidikan rendah (p = 0,007), tidak bekerja (p = 0,001), dan perasaan tidak bahagia (p = 0,001). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya skrining insomnia dan kecemasan dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

ASSOCIATION BETWEEN INSOMNIA AND ANXIETY AMONG  ELDERLY INDIVIDUALS WITH HYPERTENSION IN INDONESIA: EVIDENCE FROM THE 2023 NATIONAL HEALTH SURVEY: HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DAN KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI INDONESIA: BUKTI DARI SURVEI KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2023. (2026). Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 14(1), 67-76. https://doi.org/10.47794/jkhws.v14i1.89

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>